Selasa, 19 Juni 2012

4 Tim PKM UMY Lolos PIMNAS XXV

Pada tanggal 13 Juni 2012 akhirnya tim PKM yang lolos seleksi akhirnya ditetapkan untuk mengikuti PIMNAS XXV di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Hal ini berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/KEP/2012 yang bisa kita lihat disini. Ada 400 tim PKM yang berhasil lolos dalam ajang yang sangat bergengsi antar mahasiswa ini dan 4 diantaranya adalah tim dari UMY. Alhamdulillah, selain menjadi tuan rumah pada PIMNAS ke 25 ini UMY juga mewakilkan mahasiswanya untuk ikut bersinar pada ajang ini. Mungkin jika dilihat dari angka 4 dari 400 itu sepertinya kecil sekali ya, tapi jika dilihat dari jumlah Universitas atau Perguruan Tinggi seluruh Indonesia, angka 4 itu sebenarnya tidak kecil juga dan ternyata rata-rata memang segitu jumlahnya.

Dari keempat Tim yang lolos tersebut adalah sebagai berikut:

  1. PKMK : Usaha Laundry Syariah Sebagai Alternatif Laundry Yang Menjamin Kesucian dan Ramah Lingkungan dengan Bahan Alami dengan ketua Ita Usnatin

  2. PKMKC : Terapi Audiovisual sebagai Memo-Stimulant Demensia Vaskular Paska Stroke dengan ketua Nurliana Achmad

  3. PKMP : Efektivitas gel propolis Lebah sebagai Hand Sanitizer Terhadap Angka Kuman Pada Telapak Tangan dengan ketua Lilik Eko Pranantyo

  4. PKMP : Uji Aktivitas Imunostimulator Ekstrak Temu Kunci (Boesenbergia Pandurata (Roxb)) pada Coturnix yang terinduksi Vaksin AI (Avian Influenza) Subtipe H5N2 Melalui Pengukuran Titer Antibodi dengan ketua Miftah Rizkiani


Ke empat tim tersebut akan mewakili UMY ke ajang PIMNAS ke 25 yang diadakan di UMY pada tanggal 9-14 Juli 2012. Selamat kepada keempat tim yang telah lolos dan semoga menjadi juara.

Rabu, 13 Juni 2012

Malu-malu Mau

Dengan penuh semangat saya mandi pukul 15.30 setelah sholat ashar, padahal biasanya kalau mandi sore tuh pas mau maghrib atau malah g mandi ha ha. Sms temen untuk pinjem motor, maklum g punya motor, mau naek bus ntar malah susah sendiri. Berangkat menuju Gule Kepala Ikan Mas Agus di Jl. KH Ahmad Dahlan semangat banget mau ketemu si Dhenok Habibie dari Palembang. Tidak perlu susah-susah nyari karena sudah dikasih tahu sama mas MF Abdullah, sampai lokasi saya parkir motor tapi g berani masuk. Padahal disana samar-samar saya lihat ada beberapa pemuda yang sedang asyik ngobrol, dari belakang familiar sekali dengan rambutnya si Una, terus ada yang pake jilbab pink didepannya, ada yang pake kemeja putih juga. Tapi ternyata aku masih takut untuk masuk karena belum memastikan apakah itu benar-benar si Una dan si Dhenok. Mau sms g punya nomer mereka, mau mention di twitter, terrnyata akun twitterku g bisa logini. Ya sudah akhirnya saya menunggu mas MF Abdullah datang.

Saya tidak perlu bercerita bagaimana suasana Kopdar hari itu. Saya benar-benar memaksakan diri untuk tampil percaya diri, padahal aslinya minder banget. Itu dia yang jadi masalah dan akhirnya saya ambil tuh kameranya mas MF Abdullah untuk foto-foto mereka. Sebagai pendengar setia sesekali saja saya ikut ngobrol dan tentu saja karena ternyata saya ini blogger g niat yang ingin terkesan menjadi blogger beneran ha ha. Yang paling memalukan ketika saya nanya alamat gamazoe.wordpress.com punya siapa. Sungguh terlalu.... Sudah ah... silahkan bisa baca saja postingan mereka masing-masing pada link-link yang saya taruh di tulisan ini. hayyah.. ribet... Oh iya, saya kan makan tomyam kepala ikan tuh... beuh asyik banget, sampe kenyaang karena saya juga pesen nasinya padahal yang laen g makan nasi. lumayan murah lho, kan udah lama g makan ikan. he he

Setelah sholat maghrib, karena Dhenok Habibie pengen ngopi akhirnya saya ikutan aja. Ternyata selama 4 tahun di Jogja saya belum tahu dimana letak kopi joss, tahu kan apa itu kopi joss? itu lho kopi yang dicelupin arang. Nanti kalau ada yang ke Jogja tak ajak deh kalau mau. Berangkat menuju Kopi joss Pak Seh di dekat stasiun Tugu Jogja, duduk lesehan berjejer panjang pesan kopi joss. Antrinya lama juga, ternyata habis isya sudah mulai banyak yang nongkrong disana, katanya sih semakin malam semakin rame. Kerennya samar-samar tak lihat itu yang jualan pemuda-pemuda euy, jadi pengen niru tuh bisnisnya kayaknya mantap. Bagaimana rasa kopinya? tanya sama Dhe ya, saya g bisa kalau disuruh menilai rasa makanan atau minuman, bagi saya asalkan lidah g protes ya enak. ha ha :D



Perjalanan menuju asrama menjadi pengalaman berbeda di hari itu, ternyata salah satu manfaat dari ngeblog selama ini saya buktikan. Kopdar yang dulunya hanya bisa saya baca dari postingan sahabat-sahabat blogger, kali ini saya yang melakukan. Sampai di kost an yang punya motor, saya buka hape ada sms "Mas khoerul huda, dompetnya ketinggalan di toilet Malioboro" Jleb banget tuh, untungnya di dompetku ada kupon waktu tes Motor Bajaj Pulsar jadi ada nomer hapeku disana.

Rabu, 06 Juni 2012

Sekolah Masih Mahal

Judul Sekolah Masih Mahal memang sengaja saya berikan pada posting blog ini. Mengapa saya menjadikan Sekolah Masih Mahal ini menjadi judul tulisan saya, karena hari ini saya mendapatkan sms balasan dari kakak saya yang di kampung bahwa berita tentang aksi bunuh diri yang dilakukan oleh salah seorang siswa MA di desa saya masuk pada Surat Kabar Harian di Propinsi. Sungguh tragis memang, siswa MA ini melakukan aksi bunuh diri karena belum bisa melunasi biaya SPP sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Semester. Padahal neneknya sudah berjanji akan melunasi sore hari setelah mendapat bayaran dari hasil buruh taninya sebesar Rp. 210.000. Uang 210.000 itu sangat besar untuk ukuran masyarakat Indonesia yang bermata pencaharian buruh tani.

Aksi bunuh diri yang dilakukan oleh siswi MA yang masih satu desa dengan saya ini sungguh merupakan palajaran berharga bagi kita semua. Orang-orang di desa saya yang memang masih banyak yang hidup miskin harus menanggung banyak biaya anaknya yang sekolah, padahal untuk makan sehari-hari saja sudah susah. Bayangkan saja, hidup di desa yang seharusnya punya sawah untuk mata pencaharian atau untuk makan saja bisa kurang. Apalagi bagi mereka yang tidak punya sawah dan terpaksa harus bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak pasti. Ini adalah ujian dan kita memang harus pandai untuk bersabar dalam menghadapi semua ini.

Saya sendiri tidak tahu apakah pihak sekolah tidak memberikan keringanan kepada siswi ini sehingga dia sampai tertekan batinnya dan melakukan aksi bunuh diri. Padahal seharusnya pihak sekolah juga harus memberikan perhatian khusus kepada orang-orang yang memang tidak bisa membayar dengan memberikan keringanan biaya. Di lain pihak, saya berpikir mengapa anak seusia SMA ternyata masih labil seperti ini. Seharusnya siswi ini bisa berpikir jauh dan tidak melakukan aksi nekat hanya gara-gara belum bisa membayar SPP. Memang sangat membingungkan.

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini.