Aksi bunuh diri yang dilakukan oleh siswi MA yang masih satu desa dengan saya ini sungguh merupakan palajaran berharga bagi kita semua. Orang-orang di desa saya yang memang masih banyak yang hidup miskin harus menanggung banyak biaya anaknya yang sekolah, padahal untuk makan sehari-hari saja sudah susah. Bayangkan saja, hidup di desa yang seharusnya punya sawah untuk mata pencaharian atau untuk makan saja bisa kurang. Apalagi bagi mereka yang tidak punya sawah dan terpaksa harus bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak pasti. Ini adalah ujian dan kita memang harus pandai untuk bersabar dalam menghadapi semua ini.
Saya sendiri tidak tahu apakah pihak sekolah tidak memberikan keringanan kepada siswi ini sehingga dia sampai tertekan batinnya dan melakukan aksi bunuh diri. Padahal seharusnya pihak sekolah juga harus memberikan perhatian khusus kepada orang-orang yang memang tidak bisa membayar dengan memberikan keringanan biaya. Di lain pihak, saya berpikir mengapa anak seusia SMA ternyata masih labil seperti ini. Seharusnya siswi ini bisa berpikir jauh dan tidak melakukan aksi nekat hanya gara-gara belum bisa membayar SPP. Memang sangat membingungkan.
Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini.
menyedihkan juga ya bunuhdiri karena belum bayar SPP, semoga pemerintah bisa memperhatikan masalah pendidiksn bagi rakyat kecil ya.
BalasHapusiya..
BalasHapusuntuk sekarang ini malah biaya masuk kuliah lebih murah dibanding dengan biaya masuk anak TK
Sungguh menyedihkan, Dengan adanya kejadian ini, semoga saja pemerintah lebih memperhatikan masalah pendidikan. Saya turut sedih karena kejadian ini.
BalasHapusPendidikan di negara ini hampir seluruhnya berlatar belakang 'uang', bukan mencerdaskan bangsa, dan semakin parah....
BalasHapusMemang pada dasarnya pendidikan itu mahal, sama seperti biaya berobat,....
Tapi yang satu ini kasusnya berbeda,... :(