Selain itu Perlu diketahui, ternyata nama Gaga bermakna “kekosongan pikiran, kekacauan, bebas tata nilai dan agama”. Kekosongan pikiran yang bebas dan tata nilai dan agama inilah, yang ingin disebarkan kepada remaja kita, sehingga mudah dipengaruhi, dibentuk, serta digantikan oleh faham-faham sesat. Kita bisa melihat dari larisnya tiket yang dijual, padahal harga tiketnya tidak murah. Dengan harga tiket Rp. 465.000 sampai 2.250.000 (bahkan dinaikkan lagi), rakyat Indonesia masih mampu membeli 50.000 tiket. Hal ini sangat ironis ketika saya sendiri mengingat bagaimana rakyat Indonesia menolak kenaikan harga BBM pada bulan-bulan yang lalu. Atau bayangkan saja bagaimana rakyat Indonesia yang lain yang masih susah untuk mencari air bersih.
Lucunya permasalahan konser Lady Gaga ini sampai pada pembahasan di DPR RI. Parahnya lagi Dubes Amerika Serikat (AS) Scott Marciel mengirim tim keamanan ke Polri guna membahas keamanan konser Lady Gaga serta mendatangi DPR RI membahas persoaln tersebut. Utusan dari Amerika ini berusaha menjelaskan kepada rakyat Indonesia bahwa Lady Gaga merupakan ikon yang menunjukkan kebebasan berekspresi. Mereka memberikan keputusan sepenuhnya kepada rakyat Indonesia agar tidak melihat dari sekelompok masyarakat yang menolaknya. Kalau menurut saya sendiri ini adalah intervensi yang sangat ironis dari Amerika kepada pemerintah kita.
Pemerintah Indonesia harus bisa mengambil langkah tegas, jangan sampai keputusan yang diambil mencederai kehormatan Indonesia sebagai negara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam. Apalagi ternyata konser Lady Gaga ini belum mendapatkan izin padahal tiket sudah terjual semua. Pihak Promotor seolah memaksa pemerintah dan rakyat Indonesia untuk menerima konser Lady Gaga di Indonesia. Bagi saya sendiri, Konser Lady Gaga tidak pantas diadakan di Indonesia, seperti yang dikatakan oleh Mendikbud mending kalau mau mengadakan konser, datangkan saja artis yang tidak kontroversial.
sumber : http://www.voa-islam.com
Hmmm...uang sebesar itu sayang banget kalau buat beli tiket konser. Kebanyakan dari kita memang sudah buta mata hatinya karena jauh dari ilmu. Kita sudah miskin seharusnya jangan bodoh (hehe...jadi mengutif judul blognya Mas Huda)
BalasHapusmas huda, gimana caranya naruh yang pengunjung pake Flag Counter itu?? aq udh log in di flag counter tapi kok di blogq yg blog umy itu kok gak muncul ya???
BalasHapustolong kasih tahu caranya gimna ya...
haturnuwun....
oya, terus itu gimana masang tombol Fb share,atau twitter ituuu???
BalasHapus